Membaca tulisan Sdr. Alfand dari Malaysia dengan judul NEGARA TAK BERTUHAN, pada link http://alfand.blogdetik.com/2008/11/03/negara-tak-bertuhan/, yang mengkritik Indonesia, berikut sebuah respon dari saya .: Blog..Go..Blog :.
Pertama saya membaca tulisan Anda, saya tertawa…,cukup provokatif.. (sorry ini tidak saya bilang korektif yaa..), dan saya pribadi tidak cukup terprovokasi sorry..hee..he..
Saya seorang Islam, saya melihat diantara ajaran dari ke 5 agama tersebut, semuanya mengajarkan nilai-nilai kebaikan, yang universal..kami juga saling memaafkan, menghormati, dan bertoleransi..
Anda bisa bayangkan, jika kami (bangsa Indonesia) ini tidak bertoleransi, mungkin yang terjadi di mana-mana adalah pertumpahan darah, kemarahan dan dendam… Dan saya mungkin pada hari ini tidak bisa menulis comment untuk Anda, dan tidak pula bisa memaafkan Anda, dengan kerendahan hati..
Saya sendiri orang Islam, tapi saya tetap menghargai hukum di Indonesia yang menurut Anda banyak didominasi oleh hukum Islam, padahal kalau mau dilihat ke sejarah kami, hukum-hukumnya adalah masih peninggalan kolonial Belanda (yang notabene adalah Kristen), tapi kami masih tetap menghargai karena memang itu sementara hukum yang ada sebagai hukum dasar yang diakui di Indonesia..
Saya menghormati Malaysia, yang walaupun dari sana berasal Dr Azhari dan Noordin M Top (laknatullah…), mengobarkan teror kepada masyarakat Indonesia, membunuh orang yang tidak bersalah, atas nama apa?? TUHAN kahh??? Allah sendiri menegaskan agar Islam menjadi Rahmatanlil’alamien.. (menebarkah kasih sayang kepada seisi alam)…. Kami masih menghormati Malaysia, yang walaupun pernah menagmbil hak cipta karya-karya seniman Indonesia.. Kami masih menghargai, karena kami memiliki Tuhan. Kami tidak mau terprofokasi karena kami memiliki Tuhan.
Mengenai gambaran pola hidup masyarakat Indonesia, itu juga terlalu dangkal menilainya..kurang didalami dan dipahami, ga papa, karena Anda bukan orang Indonesia jadi saya maklum.., yang jelas, kami memiliki seniman2 yang kreatif, para pemikir-pemikir yang kelas dunia (dari Jaman dulu ada Soekarno, Hasyim Asyari, Agus Salim, Syahrir dan masih banyak lagi lahh untuk disebutin satu-satu, yang reputasinya sudah diakui dunia Internasional). Pun, sekarang, para pelajar-pelajar Indonesia senantiasa menjuarai Olimpiade Science, setiap tahun, dari semua level…maaf kami sedang tidak sombong, karena kami memiliki Tuhan..hee..heee…
Dalam bidang agama (Islam, karena yang saya tahu..), juga banyak menciptakan orang-orang yang sukses internasional, seperti ada Imam Masjidil Haram yang berasal dari Minangkabau (maaf saya lupa nama beliau, semoga Allah merohmatinya), Syekh Maulana Yusuf (berasal dari Makasar) yang pada zaman penjajahan dahulu dibuang ke Afrika Selatan, yang konon menurut Nelson Mandella (Presiden Afsel), beliaulah yang mengilhaminya untuk persamaan hak antara kaum berkulit putih dan hitam. Tak kurang-kurangnya, para hafidz-hafidz dari Indonesia senantiasa menjuarai perlombaan tingkat internasional dalam hal hapalan Al Qur’an…
Mungkin itu saudaraku dari Malay… Semoga tanggapan ini bermanfaat bagi Anda, rekan Anda, keluarga Anda, masyarakat Malay, dan para pembaca sekalian..
Thanks..