Membunuh Semut…
Setiap malem sepulang kerja, kami sepasang suami-istri (keduanya bekerja), selalu disibukkan urusan semut… Semut??? Ya…, semut…
Kebetulan dirumah kontrakkan kami sedang tidak ada pembantu (setelah lebaran kemarin, pembantu kami tidak ikut kami lagi, dan sampai sekarang belum menemukan pembatu lagi..), jadi rumah kami kami sedikit banyak agak “berantakan”. Bukan berarti istriku tidak mengurus rumah (dia istri yang super rajin lho..), tapi memang spare waktu yang tersedia tidak terlalu banyak..
Saking istriku super rajin, setiap malem setelah buka pintu rumah, yang langsung dilihat adalah meja makan, kenapa?? Karena disana biasanya banyak semut (yang merubung sisa makanan pagi kami sebelum kerja)… Ya, istriku paling sebel banget kalau ngeliat semut-semut di meja makan (atau juga tempat lain), dan yang dilakukan selanjutnya adalah “membunuh”nya, satu per satu…dengan sebuah tutup botol…
Sampai kami menemukan jawaban, kami harus mengeliminir membunuh semut-semut (kami pindahkan hal-hal yang bisa menarik semut datang) itu lagi dan binatang yang lain (yang secara umum tidak untuk konsumsi manusia), bukan karena kami ”penyayang binatang”, tapi lebih karena suatu alasan mereka juga memiliki hak untuk hidup..
Dalam beberapa hal, kita juga boleh membunuh binatang, seperti untuk alasan konsumsi (binatang yang umum dikonsumsi), kondisi bahaya (ular berbisa, binatang buas), kondisi wabah yang disebabkan oleh binatang (dan harus dimusnahkan). Tapi selebihnya hindari membunuh binatang yang kita anggap gampang untuk dibunuh… Dengan alasan kotor, jijik, tidak bermanfaat dll…yang sebenernya kita bisa menghindarinya…